7 Cara Membangun Kebiasaan Baru untuk Perkembangan Diri

cara membangun kebiasaan baru
sumber : lifegram.org


Membangun kebiasaan baru untuk menjadi lebih positif dan lebih maju adalah harapan setiap hari orang-orang yang ingin hidupnya terus berkembang. Dalam hal ini diperlukan sebuah cara untuk mencapai tujuan tersebut, seperti Motivasi dan Tekad dalam diri sendiri.

Secara harifiah Kebiasaan kita mengatur bagaimana hidup kita. Penelitian sendiri menunjukkan bahwa sekitar setengah dari tindakan sehari-hari yang kita lakukan didorong oleh repetition (pengulangan).

Seperti contoh ketika kamu scroll TikTok kalau saat Gabut, Hal tersebut akan terus menjadi kebiasaan. Ketika waktu seggang melanda, pikiran akan terfokus untuk mencari kesenangan sementara seperti Membuka Tiktok, nah hal ini telah tertanam di pikiran sehingga akan terus terulang setiap hari tanpa disadari.

Memahami bagaimana membangun kebiasaan baru adalah hal yang sangat penting untuk membuat kemajuan dalam berbagai aspek seperti Kesehataan, Kebahagiaan, Kesenangan, dan Kehidupan secara umum.

Cara Membangun Kebiasaan Baru  dengan Tepat

Nah untuk mengatasi masalah ini dan memecahkannya dengan cara yang sederhana, saya telah membuat beberapa cara untuk membuat kebiasaan baru yang akan membantumu.

1. Fokuslah pada Satu dulu Kebiasaan baru 

Apakah kamu pernah mendengar istilah ego depletion? Nah ini adalah sebuah konsep yang menjadi salah satu hambatan terbesar seseorang dalam membentuk kebiasaan.

Ego Depletion diartikan pada kondisi seseorang yang kehilangan dorongan untuk melakukan sesuatu yang secara tidak langsung, hal tersebut berkaitan dengan kontrol diri dalam mengatur pikiran, perasaan, dan tindakannya.

Dampak dari masalah ini adalah kemampuan kita dalam membentuk kebiasaan baru menjadi sulit. 

Saya akan berikan contoh sederhana disini tentang masalah Ego Depletion,

Saat kita berfokus pada satu tugas, kemungkinan semangat atau kekuatan diri kita akan terkuas pada hal tersebut. Nah sehingga tugas selanjutnya pun akan membuat kita mengalami penurunan semangat. 

Oleh karena itu penting untuk mengerjakan satu tugas/ kebiasaan dalam satu waktu dulu. Dengan begitu simpanan "semangat" dapat disalurkan untuk menyelesaikan kebiasaan tersebut, dan meningkatkan peluang untuk berhasil.

2. Berkomitmen untuk 21 Hari kedepan

Ada sebuah keyakinan yang sangat populer sekali dimana seseorang hanya membutuhkan waktu 21 hari saja untuk membangun habit atau kebiasaan baru mereka.

Keyakinan ini berawal dari buku Psychocybernetics karya Dr. Maxwell Maltz yang terbit pada 1960. 

Nah mengapa harus 21 hari? Hal ini telah diteliti oleh Phillippa Laly pada european Journal of Social Psychology bahwa waktu yang tepat untuk seseorang membangun kebiasaan baru adalah 21-66 hari.

Seorang ahli neuroanatomi dan neurosains, Dr. Taufiq Pasiak, M. Kes, M.Pd mengatakan kalau otak manusia itu minimal memberi respon selama 21 hari, Namun disini ada pengecualian dimana hal ini hanya berlaku untuk kegiataan yang berkaitan dengan motorik manusia (gerakan), sedangkan untuk kegiatan non-motorik otak membutuhkan waktu respon yang lebih lama lagi dari 21 hari saja.

Jadi intinya untuk bisa mencapai kebiasaan baru yang sedang dibangun tersebut, kita harus berkomitmen pada kebiasaan tertentu untuk waktu yang telah ditentukan. 

Selama rentang waktu tersebut, fokuskan seluruh energi yang kamu miliki untuk menyelesaikan kebiasaan tersebut, Mau tidak mau, Ingin tidak ingin, pokoknya harus selesai!.

3. Jangan sampai putus Rantai

Ada satu hal yang bisa kamu terapkan juga pada upaya membangun kebiasaan baru, hal ini sebenarnya masih sedikit berhubungan dengan nomer 2 yakni tentang konsisten.

"Sisihkan waktu setiap hari utnuk membuat satu materi baru. Kuncinya adalah jangan pernah melewatkan satu hari pun, bahkan ketika kamu sedang tidak mood sekalipun"

Itu adalah sebuah kutipan sederhana dari seorang komedian legendaris, Jerry Seinfeld.

Sebagai seorang komedian tentu Seinfeld memiliki target untuk menulis materi setiap harinya, tetapi dalam hal ini dia mengatakan bahwa Dia tidak harus menulis banyak materi dalam setiap hari. Yang penting disini adalah melakukan semua itu setiap hari, dan tanpa gagal.

Fokusnya yang paling penting adalah untuk tidak pernah memutuskan rantai kebiasaan yang akan dibangun tersebut. 

4. Tanamkan Kebiasaan baru ke Rutinitas yang Sudah ada

Nah ini adalah hal yang sering saya lakukan, jadi penting untuk membangun atau menambahkan kebiasaan baru ini ke apa yang sering kita lakukan setiap harinya.

Contoh saya sering sekali susah untuk membisakan diri membaca buku, bahkan untuk beberapa lembar saja pasti tergoda untuk membuka Smartphone. Nah hal yang biasa saya lakukan untuk membangun kebiasaan membaca buku ini, saya selalu sempatkan minimal 15 menit membaca buku setelah selesai Sholat (yang dimana ini adalah rutinitas yang selalu saya lakukan setiap hari).

Strategi ini biasa disebut dengan "implementation intention" yang merupakan pernyataan dimana kamu mengambarkan kebiasaan baru pada waktu dan lokasi tertentu.

Jadi initnya temukan rutinitas yang sudah mapan (setiap hari kamu lakukan), kemudian tambahkan dengan kebiasaan baru yang ingin kamu tambahkan.

5. Menghadapi Rintangan dan Tantangan

Percaya nggak percaya Setiap kebiasan baru pasti akan memiliki hambatan. Namun setiap hambatan itu dapat direncanakan dan berusaha belajar bagaimana untuk beradaptasi secara efektif dengan hal tersebut.

Cara sederhana untuk menanggapi rintangan adalah dengan cara mempersiapkan sebelumnya. Strategi yang bisa kamu praktekkan disini adalah  Perencanaan "Jika-Maka"

Jadi setiap kali kamu menghadapi rintangan, gunakan pikiran kamu untuk membuat pernyataan "Jika-Maka" tentang bagaiana kamu merespon saat sesuatu hal terjadi.

Berikut beberapa contohnya :

"Jika saya memeriksa cuaca dan hujan, Maka saya akan berolahraga di GYM sebagai gantinya."

"Jika saya sedang merasa suntuk, Maka saya akan sempatkan diri untuk Membaca buku 5 halaman.

6. Mulailah dengan Kebiasaan yang sangat kecil dulu

Kebanyakaan orang terlalu ambisus terhadap kebiasaan baru yang akan mereka lakukan, mereka berusaha untuk terus konsisten tetapi lupa bagaimana mengatur pendekatan tersebut. Profesor Stanford BJ Fogg menyebutkan tentang motivation wave (gelombang motivasi) pada channel Youtubenya.

Dimana praktek ini diselesaikan dengan memilih kebiasaan baru yang cukup mudah sehingga kamu tidak perlu motivasi ketika ingin melakukannya.

Seperti contoh, daripada kamu memulai dengan 50 push up per hari,  mulailah dulu dengan 10 push up per hari. Daripada mencoba bermeditasi selama 30 menit per hari, cobalah dulu untuk 5 menit saja per harinya.

Jadi buatlah kebiasaan ini seolah-seolah kamu tidak perlu tenaga atau motivasi untuk mengerjakannya, lakukan itu secara konsisten dan selalu tingkatkan porsi kebiasaan jika kamu sudah merasa nyaman dengan rutinitas tersebut.

7.Memecah kebiasaan menjadi beberapa bagian

Ketika kamu sudah melakukan kebiasaan baru tersebut secara konsisten setiap harinya, penting untuk menjaga agar setiap kebiasaan tetap di jalur, sehingga kamu dapat mempertahankan momentum itu menjadi lebih mudah untuk dicapai.

Sedang membangun kebiasaan baru 20 menit meditasi? coba pecah menjadi dua repetisi seperti dua segmen antara 10 menit dulu, dan setelah beberapa waktu, lakukan 10 menit lagi.

Mencoba melakukan 50 push-up per hari secara rutin? coba lakukan lima kali set untuk 10 kali push up mungkin akan jauh lebih mudah.

Yuk mulai bangun Kebiasaan Baru, MULAI HARI INI

Nah jadi itulah tujuh cara membangun kebiasaan baru yang bisa kamu terapkan. 

Saran saya mulai sekarang kamu pilih satu kebiasaan baru dulu, kemudian buatlah komitmen untuk fokus pada kebiasaan tersebut selama 30 hari ke depan.

Jadi jangan tergesa-gesa, mulai dulu dari hal-hal kecil, lakukan secara konsisten, dan dapatkan hasil yang maksimal untuk kebiasaan baru kamu! Semoga berhsail

Belum ada Komentar untuk "7 Cara Membangun Kebiasaan Baru untuk Perkembangan Diri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel